Sabtu, 23 April 2016

Bayangmu

04 Februari 2015 ...
Terkadang apa yang sulit kita lupakan adalah hal yang sulit kita dapatkan.
Yah! Aku cukup tahu benar kenyataannya dan itu .. memuakkan.
Ketika kau mencoba untuk melupakan dan melepasnya sebisamu, ingatanmu akan datang bertubi-tubi. Ingatan dimana kau akan merasa takut untuk melepasnya dan akhirnya kau akan gagal lagi. Gagal untuk beralih dari apa yang seharusnya sudah tidak perlu dipertahankan.
Dan ketika kau pasrah karena hatimu terlalu lembut, mereka—orang yang harusnya kau tinggalkan—berpaling dan mengabaikanmu. Dan kau tahu jelas rasanya. Sakit. Sedih. Kesal. Kecewa. Marah.
Berbagai perasaan itu akan terus berkecamuk dengan hidupmu. Apa yang salah? Kurasa tidak ada, hanya saja kau terlalu naif. Naif karena kau begitu percaya bahwa dia sama denganmu. Kau terlalu lembut sehingga tidak mempedulikan suara bising dari rintihan hatimu sendiri, terlalu baik sampai kau abaikan perasaanmu yang sebenarnya.
Ketika kau bertemu dengannya, kau hanya bisa tersenyum walau akal sehatmu membantah untuk melakukannya. Lalu setelah itu apalagi? Kau malah bersikap seolah tidak ada apapun yang pernah terjadi dalam hidupmu, menjauh dari segala keresahanmu sehigga dia ataupun mereka tidak dapat melihat bagaimana sulitnya berperang melawan perasaan yang saling berlawanan dengan logikamu sendiri.
Lelah bukan? Memang! Itulah kenyataan yang akan kau hadapi karena kau terlalu memberinya hati padahal kau tahu bahwa hatimu selalu dipermainkan.
Disanalah kelemahanmu. Kau terlalu mempedulikan orang lain sampai lupa bahwa kau masih butuh dikasihani oleh dirimu sendiri.
Tidak apa-apa, perasaanmu alami adanya. Suatu saat akan ada yang menghargai usahamu dan dialah orang yang harus kau jaga kelak.
Tenangkan hatimu. Menangislah jika itu bisa membuatmu bernafas lega.
Tenanglah, masih ada aku yang akan mengikuti langkahmu. Aku yang akan selalu berada dimanapun kau berdiri.
Karena aku adalah bayanganmu ..
Ikatan alamiah antara kau dan aku, bukankah kau selalu bisa melihatku? Jangan takut dan tenangkan hatimu. Aku akan bertahan untukmu walaupun sudah tak ada cahaya bagiku untuk terus bersamamu, tapi aku akan selalu melekat dalam langkahmu.
Jangan salahkan hatimu. Mereka hanya belum mengerti, mereka hanya belum paham dan belum sadar keberadaanmu.
Lakukan apapun yang mungkin benar untuk dilakukan walaupun terkadang banyak hal bodoh yang sering kau lakukan. Aku hanyalah bayanganmu, yang akan mengikuti segala gerakmu dan walaupun terkadang aku ingin menolak untuk mengikutimu, aku tetap melakukannya. Karena apa? karena aku tahu kau pasti akan merasa sendiri lagi.
Terbenam dengan perasaan yang selalu membuat gerakmu serba salah. Aku paham dan aku tahu. Disanalah kegunaanku, Tuhan menciptakanku untuk menemanimu walaupun aku yakin kau tidak begitu mempedulikan keberadaanku.
Tidak apa-apa, aku hanyalah perantara untuk mengisi kekosongan hidupmu, aku hanya wujud gelapmu yang tak akan pernah mengeluh dan melarang bagaimana kau hidup, aku hanyalah aku .. sosok yang akan terus melekat dengan tubuhmu.
Aku tidak bisa mendengar, tidak bisa berbicara, bahkan aku tidak bisa merasakan apa-apa, tapi aku selalu bisa memperhatikanmu dalam setiap gerak yang kutiru darimu.
Aku tahu kau sendiri, tapi jangan abaikan dirimu.
Siapa yang lebih mengerti perasaanmu kalau bukan dirimu sendiri dan siapa yang lebih mengenal dirimu selain kau sendiri.
Tidak perlu mencemaskan apapun. Semua yang kau rasakan itu natural dan itu jauh lebih kuat dari perasaan manapun.
Aku dapat mengetahuinya, karena apa? Karena kita adalah satu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar